UPT. PERPUSTAKAAN DAN E-LEARNING

Kopelma Darussalam, 20 September 2026 – Dalam rangka memperingati Milad Universitas Syiah Kuala (USK) ke-65 Tahun 2026, Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan Festival Kuah Beulangong (Masak Daging dalam Kuali Besar), sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Aceh. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum kebersamaan dan silaturahmi sivitas akademika, tetapi juga memiliki nilai penting dalam upaya melestarikan dan memperkuat literasi budaya Aceh di lingkungan perguruan tinggi.

Kuah Beulangong merupakan salah satu kuliner tradisional Aceh yang memiliki makna sosial dan budaya yang kuat. Proses memasaknya secara bersama-sama dalam sebuah beulangong (kuali besar) mencerminkan semangat gotong royong, kebersamaan, kekeluargaan, dan solidaritas antar sesama yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh. Tradisi tersebut juga menjadi media pewarisan pengetahuan budaya dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

Kegiatan Festival Kuah Beulangong dalam rangka Milad USK ke-65 yang dilaksanakan di halaman belakang Gedung AAC Dayan Dawoed Kopelma darusslama pada hari m inggu tanggala 20 September 2026 ini menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk mengenal budaya Aceh tidak hanya melalui buku dan bahan bacaan, tetapi juga melalui pengalaman langsung terhadap tradisi, kuliner, nilai-nilai sosial, dan kearifan lokal. Momen seperti ini sejalan dengan konsep literasi budaya yang menekankan kemampuan untuk memahami, menghargai, dan berpartisipasi dalam kehidupan budaya masyarakat.

Dalam perspektif literasi budaya, Kuah Beulangong dapat dipandang sebagai sumber pengetahuan lokal yang mengandung berbagai nilai pendidikan. Mulai dari sejarah dan asal-usul tradisi, penggunaan bahan pangan lokal, teknik pengolahan makanan, tata cara pelaksanaan kegiatan, hingga nilai-nilai kebersamaan yang menyertainya. Pengetahuan tersebut merupakan bagian dari warisan budaya yang penting untuk terus didokumentasikan dan diperkenalkan kepada generasi muda.

Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa budaya lokal dapat menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran di perguruan tinggi. Sivitas akademika dapat menjadikan tradisi Kuah Beulangong sebagai sumber inspirasi untuk menggali berbagai aspek budaya Aceh, seperti sejarah, bahasa, kuliner, seni, sosial kemasyarakatan, hingga kearifan lokal.

Kedepannya UPT Perpustakaan dan E-Learning USK dapat mengambil peran strategis dalam mendukung pelestarian literasi budaya tersebut melalui kegiatan dokumentasi dan penyediaan sumber informasi mengenai budaya Aceh. Dokumentasi Festival Kuah Beulangong, misalnya, dapat dikembangkan menjadi koleksi digital berupa foto, video, artikel, cerita budaya, maupun bahan literasi lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, dosen, peneliti, dan masyarakat.

Dengan demikian, Festival Kuah Beulangong bukan sekadar kegiatan kuliner dalam rangka Milad USK ke-65, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali pengetahuan dan nilai-nilai budaya Aceh di tengah perkembangan zaman. Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda diharapkan semakin mengenal akar budayanya, memiliki rasa bangga terhadap warisan budaya daerah, serta terdorong untuk ikut menjaga dan mengembangkan budaya Aceh agar tetap hidup dan relevan di masa depan.

Dengan Milad USK ke-65 tahun 2026 menjadi momentum yang tepat untuk menegaskan bahwa kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk merawat, mendokumentasikan, dan mentransformasikan kekayaan budaya lokal kepada generasi mendatang. (SDG 1. No Poventy = Tanpa kemiskinan, SDG 2- Zero Hunger = Tanpa Kelaparan )

Scroll to Top